31 Juli 2015

Indahnya Berwisata Ke Kampung Gajah Wonderland


BloggerIndonesia.net - Kampung gajah merupakan salah satu wahana permainan baru yang terletak di Bandung, tepatnya di wilayah Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Berada di Jalan Sersan Bajuri KM 3.8 (searah dengan Graha Puspa, Kampung Daun, Sapulidi, Rumah Stroberi dah The Peak).

Sebagai sebuah kawasan wisata terpadu yang memadankan secara harmonis antara sarana wisata, wisata kuliner dan wisata belanja di Bandung. Banyak orang menyukai wisata Kampung Gajah Wonderland ini karena tersedianya erbagai kegiatan wisata dan sarana hiburan yang menyenangkan.

Tidak hanya bagi segmen orang dewasa, Kampung Gajah disukai oleh anak - anak dengan sejumlah wahana permainan yang menarik. Inilah sebab mengapa wisata Kampung Gajah ini banyak diminati banyak orang. Tidak hanya menciptakan sebuah kawasan wisata dengan keindahan alam dan udara pegunungan yang sejuk.

17 Juli 2015

Boneka Mistis dari Pulau Samosir


BloggerIndonesia.netDesa Tomok merupakan kawasan dengan adat budaya yang khas, plus cerita budaya yang melegenda: Boneka Sigale-gale. Rasa penasaran itu menjadi daya tarik, sehingga Desa Tomok menjadi destinasi wisata budaya wisatawan yang tertarik terhadap budaya Batak khususnya melihat boneka Sigale-gale. Di sana, jika beruntung wisatawan disambut oleh tarian tor-tor dari penduduk setempat dan tarian sigale-gale, khususnya di hari Sabtu dan Minggu.


Sihoan, penduduk, menuturkan, Sigale-gale adalah boneka yang dapat bergerak-bergerak dan menari. Jika wisatawan ingin melihat tarian Sigale-gale di hari biasa karena tidak ada pertunjukkan. Bisa memesan pertunjukan tarian dengan biaya sekitar Rp 200 ribu untuk sekali pertunjukan.

Sedangkan jika sedang ada pertunjukkan, wisatawan bisa menyumbang seikhlasnya. Menurutunya, dalam bahasa Batak, sigale-gale berarti lemah gemulai, karena gerakan boneka yang lambat dan lembut, maka disebut Sigale-gale. Menurut ceritanya, sigale-gale adalah anak seorang raja.

Putra tunggal dari raja Rahat yang memiliki wajah tampan dan satu satunya penerus keturunan. Anak raja tersebut meninggal di medan perang. Kematian sigale-gale menyebabkan raja Rahat mengalami kerinduan yang mendalam hingga sakit parah. Penasihat kerajaan lalu mencari tabib di seluruh negeri. Ada tabib mengusulkan kepada penasehat kerajaan untuk membuat suatu upacara di kerajaan itu, dan memahat sebuah kayu menyerupai wajah anaknya.

Kemudian, dalam upacara itu sang tabib memanggil roh anak raja tersebut, dan rohnya dimasukkan ke dalam kayu yang dipahat menyerupai wajah anak raja tersebut. Keajaiban pula, saat itu boneka tersebut bergerak sendiri. Dalam upacara itu boneka Sigale-gale itu manortor dengan iringan khas musik Batak Toba, yaitu gondang Mula-mula, gondang Somba dan gondang Mangaliat.

Menurutnya, dengan mengundang roh anak raja masuk ke dalam patung Sigale-gale. Patung tersebut dapat bergerak sendiri seperti manusia, rasa rindu Raja dapat terobati apabila melihat patung itu. Patung itu kini menjadi khas Batak di tanah Samosir yang memiliki sejarah penting bagi penduduknya. Misteri Patung Sigale-gale merupakan sebuah boneka yang terdengar sangat mistis hingga saat ini. Tapi hal itu pula yang menarik wisatawan hingga tak mau melewatkan atraksi pertunjukkan tarian Si gale-gale oleh penari. 

Dibangun dari Sumbangan Saudagar Perak, Jadilah Masjid Perak Kotagede


BloggerIndonesia.netMasjid Perak merupakan salah satu masjid tertua di kawasan Kotagede selain Masjid Gedhe Mataram Kotagede. Perak terletak di Jalan Mandarakan No 51 Kampung Trunojayan, Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta. Nama Perak diberikan karena saat pembangunan masjid tersebut industri perak Kotagede sedang dalam puncak kejayaan, selain itu dana pembangunan Masjid Perak berasal dari sumbangan para saudagar perak Kotagede.


Dijelaskan Kamali Anwar selaku ketua takmir masjid Perak Kotagede, berdirinya Masjid Perak tidak lepas dari semakin pesatnya perkembangan agama Islam di kawasan Kotagede. Saat itu Masjid Gedhe Kotagede tidak mampu lagi menampung jumlah jamaah yang semakin banyak. Pengelolaan masjid yang berada di bawah Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Solo atas Masjid Gedhe juga sering menimbulkan berbagai kesulitan, terutama perizinan jika akan menggunakan masjid tersebut.

Munculnya gerakan reformasi Muhammadiyah pada masa itu juga menjadi salah satu hal yang melatar belakangi didirikanya masjid Perak Kotagede. Masih bercampurnya tradisi dengan peribadatan Islam membuat banyak orang merasa kurang nyaman beribadah di Masjid Gedhe. Pendirian Masjid Perak dipelopori oleh Kyai Haji Amir, Haji Mashudi, dan Haji Mudzakir.

Proses pembangunan dilakukan pada tahun 1938-1939, dan mulai digunakan pada tahun 1940. Bangunan utama Masjid Perak berbentuk bujur sangkar dengan luas 100 meter persegi, bagian atap berbentuk joglo dengan 4 tiang penyangga (soko guru) besar berbentuk bulat. Atap ini dilapisi dengan plat perak bertuliskan tanggal dan tahun berdirinya. Sedangkan atap serambi masjid berbentuk limasan.

Mimbar utama Masjid Perak yang hingga kini masih digunakan sendiri sudah ada lebih dahulu sebelum masjid dibangun. Mulanya mimbar ini untuk digunakan di Masjid Gedhe Mataram Kotagede pada pelaksanaan ibadah shalat Jumat. Dijelaskan oleh Kamali Anwar, pada saat itu khutbah Jumat di Masjid Besar Mataram disampaikan dalam bahasa arab, dengan materi yang seperti sudah dibukukan dan dibacakan berulang-ulang.

Akibatnya, banyak pihak merasa khotbah Jumat ini tidak membawa kemajuan bagi umat saat itu, selain itu khatib berada di mimbar yang ditutupi kain putih sehingga tidak terdengar oleh jama'ah yang berada di luar Masjid. Untuk itu beberapa tokoh Muhammadiyah mengusulkan agar mimbar dipindah lebih ke tengah dekat dengan serambi masjid, dan dibuatlah mimbar tersebut. Belakangan hal ini ditentang oleh abdi dalem, sehingga kemudian mimbar ini dipindahkan ke Masjid Perak.

Masjid Perak Kotagede mengalami renovasi total setelah musibah gempa bumi yang melanda Yogyakarta 2006. Pada saat itu masjid mengalami kerusakan walaupun tidak sampai roboh tetapi mengalami kerusakan yang cukup parah. Dengan pertimbangan untuk memperbaiki konstruksi bangunan agar lebih aman dan tahan gempa sekaligus menambahkan beberapa fasilitas baru untuk mendukung fungsi masjid, maka masjid tersebut direnovasi total.

Ada Bukti Eksotisme di Pulau Bunta!


BloggerIndonesia.netPulau Bunta mulai populer sejak dijadikan setting film dokumenter ‘Hikayat di Ujung Pesisir’. Film gubahan sineas muda Aceh, Cut Ervida Diana dan Darang Melati itu terpilih sebagai film finalis favorit pemirsa Metro TV bertajuk harmoni Indonesia. Film ini mengharumkan nama Aceh dalam Eagle Award Documentary Competition 2013. Sebuah ajang bergengsi besutan TV swasta nasional yang menyasar khazanah negeri khatulistiwa sebagai ruh film.


Pulau Bunta, sebuah pemukiman warga yang ditinggal penghuninya usai disapu badai tsunami pengujung 2004 silam mewakili paras nusantara, sebuah negara yang mempunyai gugusan kepulauan terbesar di dunia. Pulau Bunta masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Usai ditinggal penghuninya, pulau ini dijadikan kebun oleh para pemilik lahan yang kemudian hijrah ke Kota Banda Aceh.

Kelapa yang menjadi tumbuhan khas hutan tropis menjadi populasi terbesar. Sementara daratannya sendiri dikelilingi pantai berkarang dengan air sejernih cermin. Pulau Bunta masih sangat alami dan asri. Meski pun pulau ini banyak ditumbuhi kelapa, tapi uniknya tak ada monyet, tupai, ataupun ular. Pemuda yang akrab disapa Ayi ini memang penggemar travelling. Ia dan kawan-kawannya sudah beberapa kali ke pulau ini. Tak hanya sebagai traveller tapi juga kerab memandu pelancong. Jika berangkat dari Kota Banda Aceh, kita bisa menyeberang ke Pulau Bunta melalui Desa Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada.

Alternatifnya adalah kapal boat nelayan berkapasitas 15-20 orang. Pemilik kapal mematok tarif Rp 700 ribu untuk sekali berlayar. Perjalanan laut tersebut memakan waktu sekitar 45 menit. Mengingat yang digunakan adalah kapal kecil, maka kondisi cuaca menjadi pertimbangan sebelum berlayar. Ditambah lagi perairan tersebut merupakan tempat pertemuan arus.

Pulau Bunta direkomendasikan bagi para backpaker. Tempat ini kerab dijadikan lokasi berkemah para pecinta alam. Alam yang asri dengan suasana tenang yang melingkupinya menjadi alasan para pelancong kemari untuk kemudian berkunjung lagi dan lagi. Namun karena tempat ini merupakan pulau tak berpenghuni, maka logistik dan tenda masuk dalam barang bawaan ‘wajib’.

Kapal nelayan berlayar setiap harinya ke Pulau Bunta dengan durasi tergantung permintaan. Setelah merapat ke dermaga, maka anda tinggal berjalan kaki selama 20 menit menyusuri bibir pantai yang berkarang. Pohon ketapang adalah lokasi favorit para backpaker. Di sini adalah spot tepat untuk melepas pandang menatap Pulau Bate dan Pulau Nasi yang juga masuk dalam gugusan pulau kecil di ujung Pulau Sumatra. Dari tempat ini anda juga bisa menatap paras Kota Banda Aceh yang semakin berseri usai disapu tsunami.

Selain berkemah di pinggir pantai, jangan lewatkan juga kesempatan snorkeling. Meskipun tak sekaya wisata bawah laut Sabang, namun jika beruntung anda bisa melihat lobster yanng konon hanya ada di Perairan Simeuleu, Aceh. Kerang-kerangan dan hiu juga menjadi penghuni pantai Pulau Bunta.

Anda hanya membutuhkan waktu seharian untuk berkeliling pulau kecil yang sudah ditinggal penghuninya ini. Selain berkemah dan snorkeling, pilihan lainnya adalah menyusuri jalan menuju mercusuar. Perjalanan sekitar 30 menit itu terasa menyenangkan lantaran jalannya yang menanjak dan menurun diapit oleh batuan alam yang membujur di sisi jalan.

Dari lokasi mercusuar anda bisa melepas pandang menatap Samudera Hindia yang biru membentang. Di sini terdapat 2 unit rumah petugas mercusuaryang karena tugasnya menetap di pulau kecil ini. Sementara jejak pemukiman penduduk yang hanya menyisakan 17 KK usai diterjang tsunami bisa dilihat dari rumah-rumah dan kini beralih fungsi menjadi pondok perkebunan kelapa. Pulau Bunta mewakili sekeping paras nuasantara, eksotisme negeri zamrud khatulistiwa.

Serunya Berwisata Ke Pasar Siallagan


BloggerIndonesia.netWisata ke Samosir tidak lengkap rasanya kalau tidak ke Pusat Perbelanjaan Tomok di Desa Tomok Samosir atau Pasar Siallagan. Di tempat ini, para wisatawan dapat memborong cindramata khas Batak. Pasar Tomok dan Pasar Siallagan yang berada di Pulau Samosir ini adalah kawasan wisata yang paling ramai dikunjungi wisatawan jika ke Danau Toba.


Begitu kapal wisatawan menepi, maka pengunjung disambut dengan keramaian khas daerah wisata. Kios-kios berjejer menawarkan cinderamata bertuliskan Lake Toba. Pakaian dengan gambar Danau Toba, aksesoris gelang kayu dan batu, serta dekorasi khas Batak juga lengkap tersedia di sana.

Ada pula cendramata yang menjadi khas suku Batak yakni gantungan kayu ukiran rumah adat Batak, dan ukiran cicak kayu. Abean, pedagang di kawasan Tomok, menuturkan, Pasar Tomok bukan hanya menawarkan souvenir berupa baju, aneka dan gelang pernak-pernik pajangan. Tapi juga cendramata khas Batak seperti ukiran cicak dari kayu dan ukiran rumah adat khas Batak dan kalender Batak serta ulos untuk mengangkat budaya Batak.

Pajangan cicak merupakan simbol keberadaan masyarakat Batak yang bisa berbaur dimana saja dengan kondisi apa saja seperti halnya binatang cicak. Menurutnya, ada juga cendramata yang tak kalah menarik perhatian dan cuman ada di suku Batak, yaitu kalender khas Batak. Kalender Batak terbuat dari kayu, yang terdiri dari 12 bilah panjang yang menunjukkan bulan.

Di kalender tersebut semua bulan punya 30 hari dan tidak dilambangkan dengan angka. Untuk menunjukkan hari tidak tertera tanggal, tapi lebih ke simbol-simbol seperti garis panjang, buah-buahan, garis melintang. Kalender Batak itu dulunya sering digunakan untuk melihat hari baik bagi penentuan acara-acara besar.

Menariknya, Kisah Rencong Kesultanan Aceh


BloggerIndonesia.netRencong adalah senjata tradisional Aceh. Konon benda tajam berukuran kecil ini sudah dikenal sejak masa kesultanan pada abad ke-17 masehi. Rencong menggantikan kedudukan pedang karena dinilai keberadaannya tidak mencolok. Pada masa itu budaya ngopi sudah akrab dengan masyarakat, sehingga sultan yang ingin ‘blusukan’ memilih membawa rencong untuk berjaga-jaga.


Kini rencong telah bermetamorfosis dan beralih fungsi menjadi cenderamata. Bagi anda pecinta wisata belanja, maka tidak ada salahnya menambah koleksi bertema etnik. Terlebih lagi sebilah rencong bukan senjata tajam biasa karena benda ini menyimpan nilai historis.

Di Aceh, rencong kerap dijadikan sebagai cenderamata bagi tamu kehormatan. Benda tajam yang terbuat dari besi atau kuningan bergagang tanduk atau kayu berukir ini juga populer sebagai souvenir khas. Pelancong seringkali menyelipkan rencong ke dalam daftar buruan yang diincar untuk ditenteng sebagai oleh-oleh.

Serambi Indonesia berkesempatan menyambangi ‘dapur’ pembuatan senjata tajam legendaris tersebut di Desa Baet Mesjid Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar. Daerah itu terkenal sebagai sentra pembuatan rencong kekinian. Pada zaman Kerajaaan Aceh Darussalam yang berpusat di Kutaraja (sekarang Banda Aceh), para pengrajin berkumpul di Gampong Pande. Pande bermakna pandai. Dinamai demikian karena di situlah para pandai besi berhimpun.

Laki-laki yang sejak umur 16 tahun menggeluti profesinya sebagai pengrajin, biasa membuat rencong sesuai pesanan. Rata-rata dalam sehari ia menyelesaikan pembuatan sebilah rencong. Prosesnya dimulai dari mengolah bahan baku berupa besi putih atau besi hitam.

Bahan baku tersebut diambil dari bahan bekas yang sudah tak terpakai atau dibelinya dari penggalas. Besi batangan itu lantas dibelah sesuai kebutuhan. Tahap selanjutnya sekaligus yang paling menentukan adalah proses tempa. Potongan besi dipanaskan di atas bara, kemudian besi yang telah menyala merah itu ditaruh di atas tatakan lantas dihantam berulang-ulang menggunakan semacam palu berukuran ektra besar.

Begitu seterusnya hingga mencapai hasil yang diinginkan. Sementara proses pembuatan gagang dimulai dari memotong kayu atau tanduk. Keduanya lantas dibuat pola untuk kemudian diukir menggunakan kikir. Tempo dulu ukiran yang diterapkan sebatas motif etnik seperti motif pintu Aceh atau pucuk rebung.

Namun seiring perkembangan zaman, kini pengrajin lebih berani berkreasi dengan menerapkan aneka motif tumbuh-tumbuhan ataupun hewan. Yang terakhir disebutkan tidak mempunyai makna khusus. Tahap terakhir atau finishing, gagang yang sudah diukir lantas dihaluskan dengan menggunakan alat khusus. Lalu dimasukkan ke dalam besi yang sudah selesai dibentuk. Jadilah rencong Aceh.

Harga mulai Rp 100 ribu–Rp 120 ribu untuk sebilah rencong. Itu kalau membeli langsung ke pengrajin yang berlokasi sekitar 25 Km dari pusat Kota Banda Aceh. Anda tinggal mengikuti Jalan nasional Banda Aceh-Medan dan berbelok ke Desa Baet Mesjid Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar yang berjarak sekitar 1 Km dari jalan raya. Untuk menuju kemari anda bisa memilih menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum dengan tujuan Kabupaten Aceh Besar.

Agar tidak berkarat, disarankan membeli rencong yang terbuat dari besi putih. Selain itu jika memesan langsung ke pengrajin, anda bisa order jumlah dan motif serta mendapatkan semacam garansi jika terjadi kerusakan. Untuk cenderamata tentu lebih menarik kalau dikemas dalam pigura. Anda bisa minta sekalian dibuatkan dengan catatan di luar harga rencong.

16 Juli 2015

Hebat! Candi Ini Buatan Putri Raja


BloggerIndonesia.netUsai berkunjung ke Candi Prambanan yang berada di daerah perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah, anda tidak usah terburu-buru pulang. Karena di sekitar wialayah Candi Prambanan terdapat beberapa candi yang tidak kalah indah dengan Candi Prambanan, dan salah satunya adalah Kompleks Candi Plaosan. Kompleks percandian tersebut terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.



Kompleks Candi Plaosan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Berdasarkan data dari BPCB Jawa Tengah, kompleks candi bercorak Budha ini dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh seorang Putri Raja Bernama Pramodhawardhani atau Sri. Kahulunan dari dinasti Syailendra. Dalam mendirikan bangunan candi ini, putri tersebut didampingi suaminya Rakai Pikatan, seorang raja beragama Hindu yang membangun Candi Prambanan.

Diperkirakan Candi Plaosan dibangun pada tahun 825 hingga 850 masehi. Pendapat ini didasarkan pada data prasasti, gaya seni, dan aristektur bangunan. Candi Plaosan saat ini terkesan menjadi dua komplek percandian, karena dua lokasi ini dipisahkan dengan adanya jalan dan persawahan warga.

Dari temuan parit yang mengelilingi komplek Candi Plaosan Lor dan Kidul, dapat diasumsikan bahwa kedua kompleks ini sebenarnya satu kesatuan dengan nama Kompleks Candi Plaosan. Ketika anda mendatangi kompleks Candi Plaosan Lor, anda akan mendapati dua candi utama berukuran cukup besar yang dikelilingi oleh enam candi patok, 58 candi perwara, dan 116 stupa perwara, serta ditambah satu banguan Mandapa. Sebagian besar candi perwara dan stupa perwara bentuknya berupa reruntuhan.

Kedua candi utama tersebut dikelilingi pagar, dengan pintu masuk berada di sisi barat berupa gapura paduraksa, dengan atap yang dihiasi deretan mahkota kecil. Puncak atap gapura berbentuk persegi dengan mahkota kecil di atasnya. Antara candi utama yang berada di sisi selatan dan utara dipisahkan dengan tembok, tetapi terdapat sebuah pintu di tengahnya.

Masing-masing bangunan candi utama berdiri di atas kaki setinggi sekitar 60 cm tanpa selasar yang mengelilingi tubuhnya. Tangga menuju pintu dilengkapi dengan pipi tangga yang memiliki hiasan kepala naga di pangkalnya. Bingkai pintu dihiasi pahatan bermotif bunga dan sulur-suluran. Di atas ambang pintu terdapat hiasan kepala Kala tanpa rahang bawah.

Sepanjang dinding luar tubuh kedua candi utama dihiasi oleh relief yang menggambarkan laki-laki dan perempuan yang sedang berdiri dalam ukuran yang mendekati ukuran manusia sesungguhnya. Relief pada dinding candi yang di selatan menggambarkan laki-laki, sedangkan pada candi yang di utara menggambarkan perempuan. Bagian dalam kedua bangunan utama terbagi menjadi enam ruangan, tiga ruangan terletak di bawah, sedangkan tiga ruangan lainnya terletak di tingkat dua.

Lantai papan yang membatasi kedua tingkat saat ini sudah tidak ada lagi, namun pada dinding masih terlihat alur bekas tempat memasang lantai. Di ruang tengah terdapat 3 arca Buddha duduk berderet di atas padadmasana menghadap pintu, namun arca Buddha yang berada di tengah sudah raib. Pada dinding di kiri dan kanan ruangan terdapat relung yang tampaknya merupakan tempat meletakkan penerangan.
Relung tersebut diapit oleh relief Kuwera dan Hariti. Candi Plaosan Kidul terletak di selatan Candi Plaosan Lor, terpisah oleh jalan raya. Bila di kompleks Plaosan Lor kedua candi utamanya masih berdiri dengan megah, di kompleks Candi Plaosan Kidul candi utamanya sudah tinggal reruntuhan.

Yang masih berdiri hanyalah beberapa candi perwara. Memiliki kompleks yang cukup luas, dan memiliki jumlah bangunan yang cukup banyak, menjadikan candi ini layak untuk anda kunjungi. Untuk mencapai lokasi candi ini jika anda dari Yogyakarta bisa mengikuti jalan Solo hingga sampai ke Candi Prambanan. Ketikan anda menemukan lampu merah pertama setelah komplek Candi Pramabanan, belok ke kiri menuju arah Manisrenggo. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan perempatan yang terdapat penunjuk arah yang akan membawa anda ke lokasi Candi Plaosan.

Cantiknya Batik Lasem, Perpaduan Persia dan Tiongkok


BloggerIndonesia.netNama Lasem mulai populer seiring booming batik yang dihasilkan warga di pesisir utara Pulau Jawa ini. Mengenal kebudayaan dan sejarah kota lewat city tour di Lasem bisa dimulai di Desa Wisata Batik Babagan. Tak sulit menemukan tempat ini.


Gapura besar bertuliskan informasi desa wisata berdiri megah di sisi selatan jalan utama Pantura di Lasem atau dikenal pula sebagai Jalan Daendels. Tak jauh dari gapura, berdiri baliho peta wisata yang menunjukkan beberapa pusat batik di Babagan. Di kawasan ini, kita bisa melihat rumah-rumah tua khas Tiongkok.

Mayoritas, milik pengusaha batik. Tak heran jika kawasan ini juga disebut pecinannya Lasem. Kami memilih rumah batik Sekar Kencana yang berjarak sekitar 250 meter dari gapura masuk sebagai tujuan pertama.

Sekar Kencana merupakan rumah batik milik Sigit Witjaksono, yang juga tokoh Tionghoa Lasem. Kami memilih rumah batik Sekar Kencana yang berjarak sekitar 250 meter dari gapura masuk sebagai tujuan pertama. Sekar Kencana merupakan rumah batik milik Sigit Witjaksono, yang juga tokoh Tionghoa Lasem.

Di usianya yang menginjak 86 tahun, Sigit masih sigap. Dia tak segan menjelaskan dan menunjukkan dapur pembuatan batik. Ada pegawai yang tengah nglengkreng (proses menutup pola menggunakan malam), nerusi (menutup pola menggunakan malam di sisi dalam pola), ngelir (pemberian warna pertama), nembok (memblok motif menggunakan malam), nglorot (memasak kain agar malam luruh sehingga motif batik mulai terlihat), juga menjemur kain batik yang sudah jadi dan siap jual.

Di babad tersebut diceritakan, anak buah kapal yang ikut melaut bersama Cheng Ho, yakni Bi Nang Un bersama istri, Na Li Ni, memilih tinggal di Binag lantaran terpesona keindahan alam Jawa. Dari keduanya, warga Lasem belajar batik dengan motif yang dikembangkan. Pria yang memiliki nama Tionghoa Njo Tjoen Hian ini menyebutkan, beberapa motif batik yang dipengaruhi budaya Tiongkok mayoritas berbentuk binatang.

Meski begitu, masing-masing memiliki makna. Di antaranya, motif burung hong, naga, kupu kupu yang merupakan lambang cinta kasih, kelelawar yang menjadi simbol banyak rejeki, rusa yang melambangkan martabat, serta kura kura simbol panjang umur. Tentu saja, motif ini berbeda dari motif batik di Solo dan Yogyakarta. Sigit mengatakan, batik di kedua wilayah yang pernah menganut sistem pemerintahan kasultanan tersebut lebih banyak dipengaruhi Belanda.

Dalam perkembangannya, motif batik Lasem semakin kaya. Untuk menunjukkan kedaerahan, batik Lasem memiliki tiga motif khas. Yakni, motif latohan, sekarjagad, dan kricakan. Latohan merupakan buah atau tanaman menyerupai rumput laut yang biasanya dimasak penduduk Lasem sebagai urap. Motif latohan sendiri berupa serangkaian buah berbentuk agak lonjong.

Sementara Kricakan atau watu pecah, terinspirasi dari pengerjaan jalan Anyer-Panarukan sepanjang 1.000 Km atau yang dikenal sebagai proyek Daendels. Di proyek tersebut, kaum muda di Lasem diperintahkan menjadi pekerja penyedia batu pecahana. Namun, banyak dari pekerja itu yang meninggal lantaran wabah malaria.

Sementara Sekarjagad, merupakan motif berbagai bentuk bunga yang berserakan tidak beraturan. Sigit yang merupakan generasi kedua pembuat batik dari keluarga Njo melakukan terobosan sebagai ciri khas. Dia memadukan motif batik yang ada dengan aksara Tiongkok.

Dia mencontohkan kalimat "He Cia Phing An" yang tersemat di kain batik buatannya. Kalimat tersebut merupakan doa yang mengandung harapan agar seisi rumah selamat. Biasanya, batik yang bertuliskan kalimat ini menjadi hadiah seorang anak kepada orangtua.

Lokasi ini berseberangan dengan Sentra Batik Babagan atau di sisi utara jalur Pantura. Satu yang menjadi jujugan pembeli adalah Purnomo Batik Art and Handicraf. Batik di Lasem dibanderol mulai Rp 600 ribu hingga jutaan rupiah. Warna dan motif batik menjadi penentu harga selembar kain batik Lasem.

Wow! Ada Lokasi Nongkrong di Tengah Jakarta


BloggerIndonesia.netIngin berwisata menyusuri pusat Jakarta? Coba ke Taman Lapangan Banteng yang berseberangan langsung dengan Gedung Kementerian Keuangan, di Jalan Lapangan Banteng Barat, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Di Taman Lapangan Banteng terdapat saung-saung yang cocok untuk bersantai di ruang terbuka hijau. Adapun patung gagah yang berdiri di tengah-tengah atau disebut Monumen Patung Pembebasan Irian Barat dari penjajahan Belanda.


Monumen itu sangat identik dengan Monumen Patung Selamat Datang yang berada di Bunderan Hotel Indonesia (HI), M.H Thamrin, Jakarta Pusat. Selain itu, taman ini memiliki banyak spot apik, mulai dari taman bunga, air mancur, patung kesenian, serta jalan setapak yang sering dijadikan trek lari. Di sisi kiri dan kanan utara taman ini terdapat dua air mancur yang dilengkapi dengan hiasan patung angsa terbuat dari batu alam dan menarik perhatian pengunjung untuk mengambil foto.

Segala kalangan umur banyak yang datang ke taman ini karena di dalamnya masih terdapat banyak pohon rindang dan segar. Pohon di sini masih rindang dan juga segar sehingga sangat pas untuk merefresh diri sambil memandangi monumen pembebasan Irian Barat. Nama Taman Lapangan Banteng tentu mengacu kepada konteks lapangan yang berarti sarana untuk berolahraga.

Ya, di sini terdapat tiga lapangan sepakbola besar yang berada di sisi selatan. Satu di antaranya merupakan lapangan sepakbola yang kerap digunakan untuk ajang-ajang turnamen. Sedangkan dua lapangan sepakbola lainnya kerap digunakan untuk beragam aktivitas, seperti event lari.

Adapun dua lapangan basket outdoor yang letaknya di sudut selatan dengan ukuran sedang. Tidak jarang lapangan-lapangan tersebut digunakan untuk fasilitas sekolah sepakbola atau basket. Serangkaian event lainnya juga sering kali menggunakan lahan ini, seperti panggung-panggung festival musik.

Menurut catatan sejarah, kawasan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Kala itu, Belanda menamainya dengan nama yang disebut Waterloo Plein. Waterloo adalah nama kota di Belgia, tempat kekalahan Napoleon melawan pasukan Belanda pada 18 Juni 1815.

Sedangkan Plein artinya lapangan hingga fungsinya saat ini pun masih bertahan. Sebagai wujud kemenangan Belanda mengalahkan Napoleon kemudian mereka membangun Tugu Singa dengan lambang Kerajaan Belanda. Seiring perjalanan waktu, Tugu Singa dihancurkan militer Jepang pada 1943.

Nama Lapangan Tugu Singa kemudian diganti menjadi Lapangan Banteng oleh Presiden RI-1 Soekarno sebagai simbol gerakan nasionalisme Indonesia. Barulah pada tahun 1962, Patung Pembebasan Irian Barat dibangun sebagai sebuah peringatan mengusir penjajahan Belanda. Dalam perjalananya, Lapangan Banteng sempat beralih fungsi menjadi terminal bus. Namun lantaran kehadiran terminal dinilai tidak layak di areal pusat kota, maka fungsi taman kembali dihidupkan pada tahun 1993.

Asal Usul Pulau Derawan


BloggerIndonesia.netSetiap daerah pasti punya sejarah, terutama nama-nama kawasan tertentu. Demikian pula dengan nama-nama pulau di Kabupaten Berau. Sebagian nama-nama pulau itu kini tak lagi asing di telinga.


Meski mungkin banyak orang yang belum pernah singgah ke Pulau Derawan, Semama, Maratua, Sangalaki, Kakaban yang ada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, namun mereka sudah pernah mendengar namanya. Apalagi nama Pulau Derawan. Penamaan sebuah tempat biasanya berdasarkan ciri-ciri tertentu, atau peristiwa besar yang pernah terjadi, bisa juga dari nama seorang tokoh yang terkenal.

Tapi tidak jarang, nama-nama itu diperoleh dari mitos warga setempat. Nama PulauDerawan sendiri berasal dari sebuah mitos romantis, tidak jelas siapa yang yang pertama kali mengisahkan kisah sedih itu. Dulu, ada dua keluarga yang akan melangsungkan pernikahan di Pulau Panjang.

Semua anggota keluarga dikumpulkan, kapal disiapkan, layar dinaikkan. Pasangan yang akan menikah itu tinggal di pulau berbeda, namun mereka sepakat untuk melangsungkan pernikahan di Pulau Panjang. Jadi keluarga laki-laki bersama ibunya bersiap-siap berangkat, demikian juga keluarga mempelai wanita mengajak ibu dan kakak lelakinya sebagai wali nikah.

Di tengah perjalanan yang maha luas mereka bertemu di suatu jalur. Namun tak lama setelah itu, angin kecang dan ombak besar mengombang-ambingkan kapal. Ombak yang tinggi dan angin kencang itu akhirnya mendorong kapal-kapal itu ke sebuah karang.

Kapalnya pecah, penumpangnya tenggelam. Anak perawan yang mau menikah tadi, akhirnya menjadi Pulau Derawan (perawan), ibunya berubah menjadi Pulau Semama (mama) dan kakaknya berubah menjadi Pulau Kakaban (kakak). Seluruh anggota keluarga itu pun berubah menjadi pulau, termasuk calon mempelai pria yang berubah menjadi Pulau Sangalaki (laki-laki), sementara calon mertua mempelai wanita dalam kisah tadi menjadi Pulau Maratua (Mertua).

Yuk! Keliling Makassar Naik Ini


BloggerIndonesia.netJika Jakarta memiliki busway Trans Jakarta yang bisa membawa warga berkeliling Jakarta, Makassar punya Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata. BRT Mamminasata merk Mercedes Benz ini berkecepatan 6 ribu cc. Bisa menampung sampai 70 orang.


Beroperasinya BRT sejak 2 Juli 2015 yang dikelola oleh Perum Damri cabang Makassar ini praktis memudahkan warga Makassar atau pun wisatawan mengelilingi Makassar.  Apalagi ongkos BRT sekali jalan hanya Rp 5.000. BRT akan melayani masyarakat yang ingin bertransportasi di tiga koridor.
Koridor 2 melayani transportasi dari mal ke mal, koridor 3 dari kampus ke kampus dan koridor 8 dari Makassar ke Kabupaten Gowa. Namun untuk sementara, BRT baru beroperasi di koridor 2. BRT menyusuri mal ke mal yang start di Mal Panakukang (MP) Jl Boulevard. Di sini, penumpang sudah wajib membayar Rp 5.000.

Ada petugas Damri yang akan mendatangi penumpang untuk melakukan transaksi tiket. Sebaiknya sediakan uang pas untuk memudahkan petugas. Dari Mal Panakukang, menuju Mal Ratu Indah Jl DR Ratulangi, menuju Mal GTC di Jl Metro Tanjung Bunga, menuju Trans Studio Mal Jl H M Patompo, menuju Karebosi Link Jl Ahmad Yani, dan finish di MP kembali.

Rasanya cukup puas melihat dan menikmati Makassar dari kaca bus. Apalagi BRT memiliki interior yang lapang, bersih, full AC dan musik. Kursi penumpang yang empuk dan bisa baca koran gratis. Di koridor 2 rute ini dioperasikan dua unit BRT yang melayani masyarakat Makassar hingga pukul 22.00 Wita.
Jika singgah di halte, penumpang harus menunggu sekitar 20 menit lebih untuk menunggu penumpang lainnya menaiki BRT. Di sini penumpang mesti sabar menunggu. Maka jelas, BRT tidak recommended bagi anda yang terburu buru.

Peminatnya pun masih minim sejak resmi dioperasikan. Di setiap halte yang disinggahi BRT, hanya satu sampai dua penumpang yang naik. Maka jika berminat merasakan sensasi naik BRT, anda bisa menunggu di beberapa halte di mal mal tersebut di atas. Plus halte Losari yang berada di kawasan anjungan Pantai Losari.

Pesona Sunset di Pantai Lobbo Talaud


BloggerIndonesia.netSunset di pantai Lobbo, Kecamatan Beo Utara sungguh eksotis dan memesona. Pancaran oranye matahari di ufuk barat bumi semakin indah saat pulau Nusa Tofor dan Nusa Dolong membentuk siluet di bawahnya. Hamparan pasir hitam halus yang luas, serta deburan ombak bertingkat semakin menambah nikmatnya menghabiskan senja di pantai yang masih perawan, yang berada di pulau Karakelang, Kabupaten Kepulaun Talaud, Sulawesi Utara ini.



Pulau tak berpenghuni Nusa Tofor dan Nusa Dolong yang tak jauh dari garis pantai harus dinikmati pada dua titik berbeda. Berada di garis pantai yang sama, tapi harus mengitari jalur seperti lengkungan. Sehingga tak bisa melihat sekaligus dua pulau yang masuk pada kawasan pulau terluar Indonesia ini.

Pantai yang masih perawan ini terlihat bersih. Warga setempat pun sering menghabiskan waktu di pantai yang panjangnya sekitar lima kilometer ini. Luasnya hamparan pasir membuat pantai ini dijadikan lapangan sepak bola warga desa Lobbo. Pemandangan anak-anak desa yang bermain-main di pinggir pantai, atau aktivitas warga melaut akan sering dijumpai di pantai ini.

Untuk mengunjungi dua pulau tak berpenghuni tersebut juga bisa. Warga setempat menyediakan perahu untuk menyerang. Sangat dekat, tak memakan waktu lama untuk tiba di pulau-pulau ini. Perahu yang digunakan pun hanya perahu kecil. Bisa nego dengan pemilik kapal berapa ongkos yang akan dibayar untuk ke sana.

Di titik pantai yang dekat dengan Nusa Tofor, berada di belakang pemukiman warga. Sementara untuk Nusa Dolong, agak sedikit jauh. Sehingga harus mempersiapkan dengan benar segala sesuatu yang diperlukan. Dari titik Nusa Tofor, harus melewati perkampungan warga lagi baru tiba di titik Nusa Dolong.

Menggunakan kapal Holly Marry atau Karya Indah, dua kapal yang biasa berlayar ke sana, dengan tiket Rp 250 ribu. Yang ingin mendapat fasilitas kamar Rp 500 ribu per orang. Setibanya di Kecamatan Beo, bisa menyewa motor agar lebih murah dengan harga sewa Rp 50 ribu sehari. Berkunjung ke pantai ini, menikmati sunsetnya akan, seperti merasakan dengan benar keeksotisan alam Indonesia yang masih tersembunyi.

Indahnya Pasir Putih dan Pantai Caruban


BloggerIndonesia.netPantai memang asyik dikunjungi saat senja. Jika anda memiliki waktu seharian di Lasem, Rembang, mampirlah ke Pantai Caruban yang terletak di Dusun Caruban, Desa Gedongmulyo, atau sekitar 1 Km sebelah utara dari Jalur Pantai Utara (Pantura) Lasem, Rembang. Dari pusat Kecamatan Lasem atau dari Kampung Batik Babagan, papan petunjuk Pantai Caruban ada di sisi kanan jalan.


Anda akan dituntun menyusuri jalan aspal yang tak terlalu mulus. Di sisi kiri dan kanan jalan terdapat petak-petak tambak yang jika musim hujan digunakan petani mengembangkan udang atau bandeng dan di musim kemarau menjadi ladang garam. Terdapat beberapa persimpangan yang akan membawa anda ke pantai.
Setelah melewati perkampungan, anda akan tiba di pantai yang memiliki hamparan pasir putih. Pantai di Caruban termasuk landai. Pasir putih sedikit kecokelatan yang ada pun cukup lembut. Sayang, kondisi pantai ini sedikit kurang bersih.

Sampah yang ditinggalkan pengunjung di beberapa titik sedikit mengganggu pemandangan menikmati pantai.Suasana di pantai ini terasa teduh lantaran pohon-pohon cemara yang ditanam di pinggir pantai. Tersedia pula bangku bambu yang bisa digunakan beristirahat  sambil memandang ke laut lepas.

Di pantai ini anda bisa melihat dari kejauhan menara milik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke. Juga ada Gunung Kajar yang menjulang yang menyempurnakan pemandangan yang ada. Ombak di pantai ini relatif tenang. Itu sebabnya, pantai ini aman dikunjungi keluarga yang memiliki anak kecil.

Anda yang ingin camping pun tak perlu khawatir. Tersedia tanah lapang yang bebas dari air pasang lantaran terlindung dari rerimbunan pohon pinus. Anda akan dipungut biaya Rp 2.000 untuk masuk pantai dan Rp 5.000 untuk parkir kendaraan roda empat. Tidak ada angkutan umum yang bisa mengantar Anda dari jalur Pantura menuju pantai.

Keren! Tempat Wisata di Banda Aceh


BloggerIndonesia.netHari raya idul fitri menjadi hari besar bagi umat muslim. Seusai sebulan penuh berpuasa, umat muslim di berbagai belahan dunia pun merayakan hari kemenangan dengan penuh sukacita. Nah! Libur lebaran yang biasanya lumayan panjang tentu sayang jika dilewatkan begitu saja. Ada banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Jika Anda warga Kota Banda Aceh atau yang ingin mengisi libur lebaran di ibukota provinsi Aceh, berikut lokasi wisata yang diserbu warga.




1. Pantai Lampuuk dan Babah Dua Beach
Jika anda penyuka olahraga pantai, maka Lampuuk adalah jawabannya. Terletak dalam garis pantai yang sama dengan Babah Dua Beach. Lampuuk adalah tempat liburan favorit keluarga. Di sini anda bisa berenang, berselancar, atau naik banana boat mengitari garis pantai.

Cukup merogoh kocek Rp 25 ribu per orang, anda sudah bisa mengitari garis pantai Lampuuk. Untuk yang belum jago berenang, tersedia ban untuk orang dewasa dan juga anak-anak dengan tarif sewa Rp 15.000. Sementara untuk tiket masuk cukup merogoh kocek Rp 3.000 rupiah per orang. Sedangkan tarif parkir dikenakan Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 3.000 untuk roda empat.

Sementara Babah Dua Beach adalah spot yang tepat untuk menikmati sunset atau pun sunrise. Tempat ini kerab menjadi pilihan pelancong dengan keberadaan bungalow yang menempel di sisi tebing yang terletak di ketinggian sekitar 5 meter. Penginapan bertarif mulai Rp 250.000 tersebut menyediakan restoran dengan menu western menjadikan Babah Dau Beach favorit turis asing.

Selain itu panoramanya yang memukau juga menjadikan tempat ini sebagai pilihan favotir bagi pasangan untuk menjadikannya setting foto pre wedding. Babah Dua Beach menjanjikan keindahan sekaligus privasi. Terletak sekitar 15 Km dari jantung kota, tak membuat pengunjung sepi mengalir ke tempat ini.
Anda cukup membayar uang retribusi parkir seharga Rp 2.000 untuk roda 2 dan Rp 5.000 untuk roda 4. Bagi warga yang sekedar berpelesir, puluhan pondok yang menyemut menjadi tempat rehat. Sementara bagi pelancong dari luar daerah atau luar negeri, bungalow bisa menjadi pilihan.

2. Pantai Lhoknga
Kawasan yang terletak di lintas Jalan Nasional Banda Aceh– Meulaboh itu menyuguhkan panorama bukit dan pantai dalam satu landscape. Di sini kita bisa merasakan pengalaman melewati jalan berkelok dan menanjak. Meskipun terletak hingga 17 Km dari pusat Kota Banda Aceh, namun tak perlu khawatir karena jalanan di sini sudah mulus teraspal.

Rata-rata mereka menawarkan sajian andalan yaitu ikan bakar. Di sini kita bisa memilih sendiri ukuran dan jenis ikan yang ditawarkan: kerapu, kakap, dan sebangsanya. Semuanya dalam kondisi masih segar. Sementara untuk harga, fresh food itu dihargai Rp 100 ribu per Kg. Porsi yang cocok untuk disantap secara beramai-ramai.

Aceh memiliki kekayaan destinasi wisata bahari yang mempesona. Provinsi yang terletak di ujung barat pulau Sumatera ini menyimpan eksotisme pantai khas negeri maritim. Salah satunya adalah pantai Pasir Putih yang terletak di Lhok Mee, Aceh Besar.

Pantai dengan pasirnya yang putih dan airnya yang sejernih cermin ini terlihat mempesona dengan keberadaan pohon-pohon beranting yang menancap di bibir pantai. Panorama yang disuguhkan memburatkan suasana romantis. Tak heran kalau lantas Pantai pasir Putih dijadikan sebagai lokasi favorit untuk foto pre wedding. Pantai ini berjarak 35 Km dari kota Banda Aceh. Untuk menuju kemari membutuhkan waktu sekitar 1 jam berkendaraan.

4. Taman Rusa
Tempat ini bisa dijadikan alternatif sebagai tempat rekreasi bersama teman atau keluarga di akhir pekan. Resmi dibuka Juni 2012 lalu, ternyata telah banyak mengundang pengunjung untuk datang kesini. Taman Rusa terletak di Desa Lamtanjong, Sibreh, Aceh Besar, kurang lebih 20 menit perjalanan dari Banda Aceh ke arah Jantho.

Berdiri di atas lahan seluas 3 hektare, ada beberapa wahana yang bisa dinikmati seperti seperti kolam renang, kolam bebek, kolam pancing, flying fox, area bersepeda. Anda juga bisa berkeliling taman dengan menggunakanan odong-odong yang didesain lucu. Untuk masuk ke wisata ini cukup bayar uang masuk Rp 10.000 per orang.

Taman Rusa Dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruang berganti pakaian, cafe, musalla, dan toilet. Selain wahana permainan, sesuai namanya di Taman Rusa terdapat kebun binatang mini. Berbagai jenis hewan ada di sini mulai dari ular, landak, burung hantu, Burung kakak tua dan yang pasti ada rusanya. Ada sekitar 7 ekor rusa di sini, yang membuat heran, rusa-rusa di sini besar-besar. Penasaran kan.

5. Wahana Impian Malaka (WIM) 69
Nah! Yang terakhir disebutkan merupakan destinasi wisata kekinian yang terletak di Desa Lam Ara Tunong Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar. Kabupaten Aceh Besar berbatasan langsung dengan ibukota provinsi Aceh dan berjarak sekitar 30 Km dari pusat kota. Wahana air ini dibuka pada pertengahan 2014 lalu dan pada hari biasa pun selalu dibanjiri pengunjung.

Tempat ini menempati areal yang terbilang lebih luas dibandingkan wahana air lainnya di kota itu. Kehadiran objek wisata milik seorang pengusaha muda ini menjadi alternatif pilihan wisata di akhir pekan bagi warga Kota Banda Aceh dan masyarakat kabupaten/kota lainnya. Selain waterboom juga ada restoran yang menyediakan makanan khas Aceh Besar.

Ingin Tahu Pantai Tanpa Ombak?


BloggerIndonesia.netProvinsi Lampung yang berada di selatan Pulau Sumatera memang dianugerahi oleh garis pantai yang cukup panjang. Beberapa telah dikelola menjadi destinasi wisata menarik, sementara lainnya menjadi pantai perawan yang menunggu untuk ditelusuri keindahannya. Dari sekian banyak pantai di Lampung, ada satu pantai yang selalu ramai dikunjungi. Adalah Pantai Kelapa Rapat.


Pantai ini oleh masyarakat setempat biasa dikenal dengan sebuat Pantai Klara, singkatan dari Kelapa Rapat. Katanya sih asal muasal nama Kelapa Rapat itu maksudnya merujuk pada jejeran pohon kelapa yang berbaris rapat di sepanjang pantai. Lokasi Pantai Klara berada tidak jauh dari pusat kota Bandar Lampung yang juga merupakan ibu kota dari provinsi Lampung.

Pantai yang berada di wilayah administratif Kabupaten Pesawaran ini bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam bila menggunakan kendaraan bermotor menuju lokasi pantai. Jalanan menuju ke pantai Klara pun terbilang lumayan menantang, beberapa jalan ada yang mulus selebihnya lubang dengan diameter cukup lebar siap menyapa anda. Mengingat jalanan menuju Pantai Klara tidak begitu lebar, anda harus berhati-hati jika akan mendahului. Sebab alih-alih dapat mendahului, anda bisa kecelakaan bertabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan.

Sementara untuk memasuki pantai Klara pengunjung harus membayar karcis masuk sebesar Rp 25.000 per mobil yang bisa dibayarkan ke petugas penjaga loket masuk, atau Rp 15.000 jika menggunakan motor. Ada sebuah dermaga lengkap dengan gazebo yang cukup luas untuk ditempati beberapa orang sekaligus di pantai Klara. Untuk menuju gazebo yang ada di tengah laut tidak jauh dari bibir pantai ini, anda bisa menggunakan jembatan kayu yang menjulur di bibir pantai.

Pengunjung bisa bersantai menikmati keindahan pantai Klara dari gazebo. Sambil duduk santai di lantai kayu gazebo dengan kaki yang menjulur ke arah air laut, anda bisa melihat bentangan dataran tinggi yang menghijau sambung-menyambung di kejauhan. Sepertinya gazebo ini dibangun oleh TNI AL, karena ada nama mereka yang terpampang di atap gazebo yang berwarna biru.

Untuk sekedar menikmati pantai dengan pasir putih, pantai ini cukup memanjakan kaki. Pasirnya cukup halus dan minim karang. Pun jika anda ingin sekedar berenang anda bisa dengan mudah menemukan penyewa ban karet yang biasanya digunakan oleh anak kecil untuk berenang dan bermain di pantai.

Air pantai Klara yang dangkal membuat anak kecil seringkali bermain jauh dari bibir pantai menggunakan ban karet mereka. Di sepanjang pantai Klara dibangun pondok-pondok kayu sederhana yang beratapkan daun. Selain sebagai tempat berteduh, pondok ini bisa digunakan untuk menaruh barang bawaan seperti tas yang berisi handuk dan pakaian ganti. Selain itu karena pondok tersebut menghadap langsung ke arah laut, maka para orangtua bisa duduk santai di atas pondok sambil mengawasi anak mereka yang sedang berenang.
Jangan khawatir, ombak di pantai Klara sangat kecil, jadi aman bagi anak-anak untuk berenang. Hanya saja fasilitas pondok yang ada di pantai tidaklah gratis. Anda harus membayar lagi Rp 25.000-Rp 50.000 untuk menggunakan pondok. Jangan khawatir, biaya tersebut bukanlah biaya per jam, namun biaya sekali pakai selama kunjungan di Pantai Klara.

Toilet dan kamar mandi untuk berbilas setelah berenang seharian di air laut. Hingga tempat parkir yang mampu menampung ratusan kendaraan bermotor lengkap dengan penjaganya. Dukungan fasilitas disini membuat liburan di pantai Klara menjadi lebih nyaman.