BREAKING NEWS
Loading...
Komunitas Blogger Indonesia

Sebuah komunitas yang mewadahi para blogger dari seluruh Indonesia.

"Kegiatan Positif"

Komunitas ini diisi oleh berbagai kegiatan positif dalam menjelang era digital 4.0.

Pelatihan

Kami sering mengadakan berbagai pelatihan-pelatihan, baik tatap muka maupun via online.

Pemberdayaan

Bagi Anggota yang berbakat dan aktif dalam komunikasi antar anggota akan mendapatkan pemberdayaan khusus.

Semuanya Belajar

Semua anggota dan pendiri terdiri dari kita yang masih dan akan terus belajar dari sesama.

Semangat Nasionalisme

Komunitas Blogger Indonesia memiliki misi memberdayakan SDM dan mempromosikan SDA yang ada di Indonesia.

Anggota Banyak

Anggota Resmi yang telah mendaftar merata dari ujung ke ujung pulau di Indonesia.

Menjalin kekerabatan

Menjalin kekerabatan sambil belajar antar Anggota di seluruh Indonesia.

Kabar Kami

Tips Blogging

Tutorial Blogging

Anggota Resmi

Info Indonesia

Fakta


BloggerIndonesia.net - Ananda Hafidh Rifai Kusnanto masih tak percaya kalau dirinya memperoleh nilai sempurna di ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Siswa XII IPA 6 SMAN 4 Surakarta, Jawa Tengah, itu meraih nilai rata-rata 100.

Hasil ujian nasional diumumkan pada Senin ( 13/5). Saking senangnya, Hafidh mengunggah surat hasil ujiannya ke Facebook dan Instagram miliknya. Dalam surat itu, Hafidh mendapat nilai 100 untuk empat mata pelajaran yang diujikan. Yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Fisika.

Kepada kami, Hafidh dengan enteng menyebut bahwa dirinya tak pernah mengikuti bimbingan belajar. Selama ini, remaja berusia 17 tahun itu juga tak pernah menonton televisi. Baginya, melahap pelajaran itu amat menyenangkan.

“Ya (resepnya) belajar yang rajin dan rutin,” kata Hafidh saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (14/5).



Anak pertama pasangan suami istri, Ahmad Kusnanto (almarhum) dan Supadmi, itu pada tahun 2017 berhasil meraih medali perak di Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk Lomba Astronomi. Hafidh memang begitu menyukai dunia fisika yang banyak hitungan matematis di dalamnya.

Hafid juga bukanlah berasal dari keluarga kaya. Ibunya, Supadmi, merupakan penjual mainan anak-anak di lingkungan SD. Hafid pun sudah terbiasa hidup dalam penuh keterbatasan ekonomi.

“Ibu senang dan bangga,” katanya.


Meski rajin belajar, Hafidh mengaku tak kehilangan dunia remajanya. Itu karena, acara hiburan yang dia senangi adalah anime. Di sela-sela kesibukannya belajar itulah Hafidh masih menyempatkan nonton anime di YouTube.

“(Kalau saya dipanggil) wibu enggak masalah,” katanya sambil tertawa

Wibu sendiri merujuk pada orang-orang yang suka terhadap budaya Jepang. Saking sukanya, Hafidh bahkan memasang foto salah satu tokoh anime di Instagram miliknya.

Saat ini, Hafidh sudah diterima di Jurusan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada. Dia diterima di jurusan itu melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) dengan beasiswa Bidikmisi.



Supadmi (50), ibu Ananda Hafidh Rifai Kusnanto (17), tak menyangka nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK) anaknya bisa sempurna. Hafidh merupakan siswa kelas XII IPA 6 SMAN 4 Surakarta yang sedang viral lantaran memperoleh nilai rata-rata 100 untuk setiap mata pelajaran.

Setelah sempat ragu, Supadmi baru percaya anaknya benar ketika dia melihat surat hasil ujian nasional (SHUN) sementara. Di situ, tertulis bahwa mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Fisika, dan Bahasa Inggris anaknya memperoleh nilai 100.

"Saya itu antara percaya dan tidak percaya melihat hasil UNBK ini. Saat uji coba UNBK nilai rata-rata empat mapel itu hanya 85. Itu pun sudah terbaik di SMAN 4 Solo," ujar Supadmi di rumahnya Dukuh Wirogunan RT 02 /RW 03, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (14/5).


Dia mengatakan, sejak SD kelas I sampai kelas VI, anak pertama dari empat bersaudara itu sudah mulai menunjukkan kepintarannya dengan mendapatkan ranking satu di sekolah.

"Saya setiap hari hanya bekerja jualan mainan anak-anak di SDN Pucangan kompleks Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kabupaten Kartasura, Sukoharjo, Jalan Solo-Yogyakarta," kata dia.


Hasil jualan mainan tersebut, kata dia, hanya mampu membawa uang senilai Rp 50.000 per hari. Pendapatan bersih hanya Rp 30.000. Sisanya untuk modal jualan lagi. Uang senilai Rp 30.000 itu hanya cukup untuk makan sehari bersama lima keluarga.

Untuk kebutuhan hidup lain, Supadmi harus meminjam duit ke salah satu koperasi yang ada di dekat rumahnya.

"Saya terpaksa harus gali lubang tutup lubang untuk membiayai sekolah keempat anak. Langganan pinjam uang saya adalah di koperasi pertanian Desa Gumpang. Sekali ambil pinjaman senilai Rp 1,5 juta. Itu pun pelunasannya sampai setahun," ujar dia.

Selain meminjam uang di koperasi, dia juga meminjam uang tabungan milik ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT setempat. Sekali utang senilai Rp300.000. Besaran bunga uang pinjaman sebulan Rp10.000 per tiga bulan.

"Rumah saya ini berukuran 2 meter x 8 meter masuk RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). Ini pun rumah warisan," kata dia.

Ia mengaku setiap pagi harus mengantarkan empat anaknya itu ke sekolah. Paling jauh mengantarkan Hafidh ke SMAN 4 Solo yang jaraknya sekitar 4 km dari rumah. Setelah itu baru mengantarkan ketiga anaknya, Elfrida (15) di SMAN 1 Kartasura, Raditya (10) di SDN 4 Pucangan Kartasura, dan Qonita (7) SDN MIM PK Wirogunan.

"Saya harus banting tulang sendiri menyekolahkan keempat anak setelah suami (Amat Kusmanto) meninggal dunia 2016 diusia 45 tahun," kata dia.

Saatnya Berbagi :
Share on WhatsApp
«
Berikutnya
Posting Lebih Baru
»
Sebelumnya
Posting Lama

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :

Tidak ada komentar:


Top