BREAKING NEWS
Loading...
Komunitas Blogger Indonesia

Sebuah komunitas yang mewadahi para blogger dari seluruh Indonesia.

"Kegiatan Positif"

Komunitas ini diisi oleh berbagai kegiatan positif dalam menjelang era digital 4.0.

Pelatihan

Kami sering mengadakan berbagai pelatihan-pelatihan, baik tatap muka maupun via online.

Pemberdayaan

Bagi Anggota yang berbakat dan aktif dalam komunikasi antar anggota akan mendapatkan pemberdayaan khusus.

Semuanya Belajar

Semua anggota dan pendiri terdiri dari kita yang masih dan akan terus belajar dari sesama.

Semangat Nasionalisme

Komunitas Blogger Indonesia memiliki misi memberdayakan SDM dan mempromosikan SDA yang ada di Indonesia.

Anggota Banyak

Anggota Resmi yang telah mendaftar merata dari ujung ke ujung pulau di Indonesia.

Menjalin kekerabatan

Menjalin kekerabatan sambil belajar antar Anggota di seluruh Indonesia.

Kabar Kami

Tips Blogging

Tutorial Blogging

Anggota Resmi

Info Indonesia

Fakta


BloggerIndonesia.netPulau Bunta mulai populer sejak dijadikan setting film dokumenter ‘Hikayat di Ujung Pesisir’. Film gubahan sineas muda Aceh, Cut Ervida Diana dan Darang Melati itu terpilih sebagai film finalis favorit pemirsa Metro TV bertajuk harmoni Indonesia. Film ini mengharumkan nama Aceh dalam Eagle Award Documentary Competition 2013. Sebuah ajang bergengsi besutan TV swasta nasional yang menyasar khazanah negeri khatulistiwa sebagai ruh film.


Pulau Bunta, sebuah pemukiman warga yang ditinggal penghuninya usai disapu badai tsunami pengujung 2004 silam mewakili paras nusantara, sebuah negara yang mempunyai gugusan kepulauan terbesar di dunia. Pulau Bunta masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Usai ditinggal penghuninya, pulau ini dijadikan kebun oleh para pemilik lahan yang kemudian hijrah ke Kota Banda Aceh.

Kelapa yang menjadi tumbuhan khas hutan tropis menjadi populasi terbesar. Sementara daratannya sendiri dikelilingi pantai berkarang dengan air sejernih cermin. Pulau Bunta masih sangat alami dan asri. Meski pun pulau ini banyak ditumbuhi kelapa, tapi uniknya tak ada monyet, tupai, ataupun ular. Pemuda yang akrab disapa Ayi ini memang penggemar travelling. Ia dan kawan-kawannya sudah beberapa kali ke pulau ini. Tak hanya sebagai traveller tapi juga kerab memandu pelancong. Jika berangkat dari Kota Banda Aceh, kita bisa menyeberang ke Pulau Bunta melalui Desa Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada.

Alternatifnya adalah kapal boat nelayan berkapasitas 15-20 orang. Pemilik kapal mematok tarif Rp 700 ribu untuk sekali berlayar. Perjalanan laut tersebut memakan waktu sekitar 45 menit. Mengingat yang digunakan adalah kapal kecil, maka kondisi cuaca menjadi pertimbangan sebelum berlayar. Ditambah lagi perairan tersebut merupakan tempat pertemuan arus.

Pulau Bunta direkomendasikan bagi para backpaker. Tempat ini kerab dijadikan lokasi berkemah para pecinta alam. Alam yang asri dengan suasana tenang yang melingkupinya menjadi alasan para pelancong kemari untuk kemudian berkunjung lagi dan lagi. Namun karena tempat ini merupakan pulau tak berpenghuni, maka logistik dan tenda masuk dalam barang bawaan ‘wajib’.

Kapal nelayan berlayar setiap harinya ke Pulau Bunta dengan durasi tergantung permintaan. Setelah merapat ke dermaga, maka anda tinggal berjalan kaki selama 20 menit menyusuri bibir pantai yang berkarang. Pohon ketapang adalah lokasi favorit para backpaker. Di sini adalah spot tepat untuk melepas pandang menatap Pulau Bate dan Pulau Nasi yang juga masuk dalam gugusan pulau kecil di ujung Pulau Sumatra. Dari tempat ini anda juga bisa menatap paras Kota Banda Aceh yang semakin berseri usai disapu tsunami.

Selain berkemah di pinggir pantai, jangan lewatkan juga kesempatan snorkeling. Meskipun tak sekaya wisata bawah laut Sabang, namun jika beruntung anda bisa melihat lobster yanng konon hanya ada di Perairan Simeuleu, Aceh. Kerang-kerangan dan hiu juga menjadi penghuni pantai Pulau Bunta.

Anda hanya membutuhkan waktu seharian untuk berkeliling pulau kecil yang sudah ditinggal penghuninya ini. Selain berkemah dan snorkeling, pilihan lainnya adalah menyusuri jalan menuju mercusuar. Perjalanan sekitar 30 menit itu terasa menyenangkan lantaran jalannya yang menanjak dan menurun diapit oleh batuan alam yang membujur di sisi jalan.

Dari lokasi mercusuar anda bisa melepas pandang menatap Samudera Hindia yang biru membentang. Di sini terdapat 2 unit rumah petugas mercusuaryang karena tugasnya menetap di pulau kecil ini. Sementara jejak pemukiman penduduk yang hanya menyisakan 17 KK usai diterjang tsunami bisa dilihat dari rumah-rumah dan kini beralih fungsi menjadi pondok perkebunan kelapa. Pulau Bunta mewakili sekeping paras nuasantara, eksotisme negeri zamrud khatulistiwa.

Saatnya Berbagi :
Share on WhatsApp
«
Berikutnya
Posting Lebih Baru
»
Sebelumnya
Posting Lama

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :

1 komentar:


Top